Screentime Sebelum Tidur: Mitos atau Nyata?

Sebagian besar dari kita sering kali mendengar bahwa menatap layar sebelum tidur dapat mengganggu kualitas tidur. Penelitian dan saran dari ahli kesehatan kerap menegaskan bahwa paparan cahaya biru dari perangkat elektronik bisa menurunkan produksi hormon melatonin, yang berdampak pada kesulitan tidur. Namun, sebuah pendekatan baru menantang pandangan konvensional ini dengan menyatakan bahwa screentime sebelum tidur tidak selalu merugikan, dan bahkan bisa menjadi bagian dari rutinitas malam yang bermanfaat.

Apa yang Menyebabkan Pandangan Berbeda?

Pendapat baru ini datang dari seorang pelatih tidur dan pemulihan yang menggambarkan penggunaan perangkat elektronik sebelum tidur sebagai sesuatu yang tidak sepenuhnya buruk. Ide ini bertentangan dengan pandangan umum, dan menimbulkan perdebatan baru. Pendekatan ini berargumen bahwa meskipun screentime sering dirujuk sebagai musuh tidur, namun dengan cara yang tepat, penggunaan perangkat elektronik bisa berfungsi sebagai alat relaksasi, tidak jauh berbeda dari membaca buku sebelum tidur.

Pemahaman Baru tentang Cahaya Biru

Cahaya biru memang telah lama disalahkan atas pengaruh negatifnya dalam mengganggu pola tidur. Tetapi, beberapa penelitian mulai menunjukkan bahwa tidak semua efek cahaya biru berdampak buruk, terutama jika pemakaiannya diatur dengan bijak. Bahkan, ada yang berpendapat bahwa stres berlebihan tentang potensi dampak negatif screentime bisa lebih merusak tidur itu sendiri dibandingkan dengan cahaya biru itu sendiri.

Mengatur Penggunaan Screentime Secara Bijak

Pendekatan baru ini tidak serta-merta mengabaikan risiko cahaya biru, tetapi menekankan pentingnya penggunaan yang lebih terkendali. Dengan mengatur kecerahan layar dan durasi penggunaan, serta memilih konten yang tidak merangsang mental secara berlebihan, screentime dapat difungsikan sebagai pelindung yang menenangkan sebelum tidur. Dengan demikian, fokus bergeser dari sekadar menghindarinya, menuju optimalisasi penggunaan sehingga dapat membantu pengguna merasa lebih santai dan nyaman.

Pengaruh Psikologis dan Mental Positif

Di era digital ini, perangkat elektronik bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga sumber hiburan dan relaksasi. Banyak individu merasa terhibur dan mampu melepaskan stres melalui video lucu, permainan ringan, atau mengecek kabar terbaru dari media sosial. Kegiatan ini, ketika dilakukan secukupnya dan dengan konten yang tepat, justru dapat meningkatkan kesejahteraan mental, yang berdampak positif pada kualitas tidur secara keseluruhan.

Peranan Rutinitas Malam yang Terstruktur

Sebuah program malam yang mencakup screentime mungkin mengejutkan, namun jika dilakukan dengan perencanaan yang matang, bisa membantu tubuh dan pikiran bersiap untuk beristirahat. Faktor kunci adalah konsistensi dan pemilihan kegiatan yang mempromosikan ketenangan. Misalnya, mendengarkan musik lembut atau menonton dokumenter ringan dapat menjadi bagian dari ritual yang menenangkan sebelum mematikan lampu.

Kesimpulannya, sementara pandangan tentang screentime sebelum tidur mungkin terbagi, sangat penting untuk mempertimbangkan bagaimana setiap individu merespons penggunaan perangkat elektronik pada malam hari. Hal ini berfungsi sebagai pengingat bahwa satu ukuran tidak selalu cocok untuk semua, dan bahwa menjadikan screentime sebagai bagian dari rutinitas malam bisa memungkinkan, selama dilakukan dengan pengaturan yang tepat. Fokus yang lebih besar pada personalisasi dan kesadaran akan diri sendiri dapat membawa lebih banyak kebaikan dibandingkan penolakan yang kaku terhadap penggunaan teknologi pada waktu malam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *